Kamis, 26 Mei 2022

SYAWWALAN & LELANGEN MACAPATAN MULYA LARAS

 SYAWWALAN & LELANGEN MACAPATAN 

PAGUYUBAN SENI SEKAR MACAPAT MULYA LARAS MALANGAN





Yogyakarta - Alhamdulillah dengan pertolongan Allah SWT Psguyubsn Macapat Mulya Laras RW XIII Malangan dapat kembali mengadakan agenda kegiatan Syawwalan dan Lelangen  Macapatan pada Rabu Legi (malam Kemis Pahing), 25 Mei 2022 M bertepatan dengan 24 Syawwal 1443H. Acara ini digelar di halaman TK/RA  Bunayya Malangan. Acara ini digelar dengan prasaja atau sederhana dan masih dalam edisi terbatas jumlah orang/ tamu undangannya. Acara ini dihadiri kurang lebih sekitar 38 orang, terdiri dari unsur :

  1. Anggota paguyuban Macapat mulya Laras
  2. Pengurus RW XIII Malangan
  3. Pengurus RT se wilayah Malangan
  4. Tokoh/ kasepuhan kampung Malangan
  5. Remaja/ pemuda karang taruna RW XIII Malangan
  6. Perwakilan paguyuban macapat dari lura (Mendungan)
  7. Sebagian jamaah/ warga dari luar Malangan





Acara mulai sekitar jam 20.00 WIB, diawali dengan pembukaan oleh MC/ Pranatacara (Iin Solikhin), kemudian dilanjut dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Bapak Tukirin, menukil surat Ali Imron ayat 102 - 104 tetang wasiyat taqwa, ukhuwah persaudaraan, dan perinth dakwah/ amar makruf nahi mungkar. Setelah itu, dilanjut dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Bapak M. Shofwan, S.Sos selaku ketua paguyuban macapat mulya Larasa Malangan, beliau menyampaikan rasa terimakasih  yang mendalam atas kehadiran para anggota dan tamu undangan, juga memberikan kesan-pesan tentang gladhen/ latihan macapat dalam usaha melestarikan budaya jawa. Keistiqomahan dalam belajar dan aktivitas apapun akan berbuah hasil yang baik. Ada yang belum bisa macapat, namun karena rutin dan istiqomah latihan maka ia menjadi piawai dan bisa dalam melagukan tembang macapat. 






Sambutan yang kedua disampaikan oleh Ketua RW XIII Malangan, Bapak M. Hakam, S.HI. Beliau juga memberikan sambutan ucapan terima kasih, selamat datang di kediaman beliau (TK Bunayya) berada di komplek tanah beliua), dan menghaturkan permohonan maaf jikalau dalam menyambut kedatangan para tamu terdapat kekurangan. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas adanya paguyuban kesenian macapat di wilayah Malangan, Kehadiran tamu undanganmembuktikan bahwa warga cukup memberikan apresiasi dan perhatian terhadap paguyuban Mulya Larasa (khususnya) dan kepada budaya jawa yang adiluhung (umumnya).





Selepas sambutan, acara dilanjutkan dengan acara inti yakni ikrar syawwalan. Ikrar diperagakan oleh dua orang, perwakilan kadang kanoman (muda) oleh Bapak Qori Supranta dan perwakilan kadang kasepuhan (tua) oleh Bapak Endro Utomo. Ikrar berlangsung khidmat - sakral. Semua berharap bisa saling memaafkan, semua amal ibada diterima, dan semua kembali suci ke fithrah seperti bayi yang baru lahir, insyaAllah.Setelah ikrar selesai, acara dilanjutkan dengan istirahat dan ramah-tamah. Para pemuda  tidak kalah sigap dalam melayani tamu, dengan semangat dan kompak laden menyajikan dan menyuguhkan suguhan minuman secang, snack ala kadarnya, dan dhahar kembul makan lonthong opor bersama. Suasana yang sungguh harmonis dan penuh keberkahan, InsyaAllah. Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada bagian konsumsi keluarga Bapak Tukirin yang telah rela menyisihkan waktu untuk memasak dan merasic konsumsi untuk agenda paguyuban Macapat pada kesempatan kali ini. Juga kepada para seponsor yang telah berkenan memberikan donasi  dalam bentuk apapun, semoga turut bersama-sama yang lain mendapatkan kebaikan dan kaberkahan. Aamiin.






Selesai sesi istirahat, kisaran jam 21.10 - 21.30 WIB, dilanjutkan dengan bareng-bareng sumua hadirin ber-panembrama. Semua hadirin membaca tanpa terkecuali, semua merasa senang semangat dalam membaca dan melagukan panembrama, tak terasa suasana begitu cair - santai - asyik menyelimuti acara malam syawalan Mulya Laras ini. Sembari menunggu datangnya pemateri, anggota macapat tampil sebagian untuk mengisi acara. Tampil dengan menyenandungkan tembang macapat yang disukai, yang dikuasai masing-masing. Tepat sekitar Jam 20.35 WIB pemateri yang di tunggu - tunggu sudah hadir, beliau Al-Ustadz Miftahul Khoiri, S.Sos atau lebih dikenal dengan Ki Miko Cakcoy Panthoknegoro. Berasal dari bumi Lamongan Jawa Timur, dan tinggal di Cabean, Panggungharjo, Sewon, Bantul.



Dalam ceramahnya, Ki Miko Cakcoy Pathoknegoro menjelaskan beberapa hal, diantaranya tentang asal - usul nama Miko Cakcoy Pathoknegoro. Kemudian menyampaikan tentang Agama - dan kebudayaan/ seni. Islam sangat mengakomidir budhaya dan seni sebatas tidak melanggar syariat/ aturan Islam. Banyak penelitian di beberapa negara, dakwah agama Islam paling efektif disampaikan dengan pendekatan seni dan kebudayaan setempat. Sebagai seorang muslim tidak perlu anti pati dengan kesenian, gamelan, wayang bahasa Jawa, dll. Bahkan perlu dipelajari agar bisa digunakan sebagai sarana dan wasilah dalam mempromosikan agama Islam - mengingat para ulama dan wali zaman dulu sukses dalam mengislamkan tanah Jawa bumi nusantara ini. Yang tidak kalah penting Ki Miko Cakcoy juga memberikan pesan kepada jamaah, agar memperhatikan pendidikan generasi penerus, yakni anak-anak dan pemuda muslim kita. Berikan pemahaman Islam yang moderat - bertoleran dengan sesama bahkan berbeda agama. Lebih dalam lagi berpesan agar anak-anak dan generasi penerus dibekali ilmu yang mendalam tentang agama, termasuk ibadahnya dalam hal ini adalah sholat.




Islam ditopang denga 5 pilar yakni rukun Islam.Dicontohkan beliau dengan menggenggam sebuah makanan (lemper) dengan menggunakan lima jari. Jari kelingking ibadah haji, tidak setiap muslim bisa haji (kelingking dilepas/ dijauhkan dari lemper - lemper tidak jatuh), karena ibadah haji hanya wajib bagi yang memenuhi syarat mampu. Kemudian jari manis simbol zakat, dilepas dijauhkan dari lemper - lemper tidak jatuh. artinya tidak setiap muslim berkewajiban  zakat, karena ada yang memang mampu sebagai muzaki, atau dia sebatas mustahiq. Kemudian jari tengah sebagai simbol puasa ramadhan, jari tengah dijauhkan dari leper - lemper belum/ tidak jatuh. Puasa ramadhan memang wajib hukumnya, namuntetap ada rukhsoh keringanan bagi yang tidak mampu (orang tua, orang sakit, ibu hamil, menyusui, pekerja berat, dll) boleh tidak puasa dengan syarat meng-qodho/ mengganti ataupun dengan fidyah. Kemudian, ketika jari tekunjuk simbol ibadah sholat dijauhka  dari lemper --- maka yang terjadi adalah : lemper jatuh !. apa artinya...??? Sholat adalah tiyang agama, barang siapa menjaganya, maka ia penjaga agama dari kehancuran, namun bilamana meninggalkan sholat, maka ia sekalipun mengaku islam/ muslim, maka ia telah merobohkan dan menghancurkan agama islam itu sendiri. Wal 'iyadzu Billaah. Kewajiban sholat  itu mutlak atas seorang muslim, entah dia anak kecil, remaja, dewasa, tua, sehat atau sakit,laki-laki atau perempuan semua wajib menjalankan dan mendirikan sholat.  Bagi muslim yang mampu berdiri, sholat dikerjakan dengan berdiri, yang tidak mampu/ sakit maka boleh dengan duduk, yang tidak mampu duduk boleh dengan berbaring, yang tidak mampu boleh dengan isyarat/ kedipan mata. Allahu akbar...!!!  Sholat itu wajib dijalankan sampai ajal ini menjemput. Bila suash tidak mampu maka ia akan disholatkan oleh saudara muslim yang lain. Begitulah urgensi/ pentingya kedudukan sholat dalam agama kita. Apalagi bila jari jempol/ ibu jari hilang atau lepas (ibu jari sebagai simbol syahadatain kita), maka apa yang akan terjadi tentu sudah kita tahu, yakni kehancuran , kerugian , malapetaka yang sangat besar untuk kita pribadi. Karena syahatain adalah kunci penyelamat hidup dunia-akhirat kita. Maka sebagai Muslim yang berbudaya atau kita sebagai pemerhati budhaya JANGAN SAMPAI KITA MENINGGALKAN SHOLAT atau RUKUN ISLAM kita, agar kita menjadi pribadi muslim yang tetap berbudaya juga selamat urusan dunia akhiratnya, menjadi pribadi yang bahagia  serta beruntung di dunia dan di akhirat. Aaamiin,

Selesai sesi ceramah/ hikmah syawalan, dilanjutkan dengan berdoa bersama. Doa dipimpin oleh Bp. KH. Muhammad Durri Marzuqi, sesepuh dan tokoh agama / masyarakat di kampung Malangan. Sesi doa berjalan sakral - khusyuk - dan khidmat. Diawali dengan surat Al-fatihah dan ditutup dengan sholawat (Maulaya Sholli, Hasbunallah, Allahul Kaafii) dan closing dengan tembaang Jawa yang mengajak untuk mencari kunci raharjo/ selamat  agama - dunia - akhirat yaitu :  taqwa kepada Alloh SWT  dengan sebenar-benar taqwa. Selesai sesi doa, maka berakhirlah acara Syawwalan. Acara ditutup dengan Hamdallah bersama-sama. Dan disempurnakan dengan salam. Acara Syawwalan selesai kisaran jam 22.10 WIB.







>>> DILANJUTKAN dengan Lelangen Macapatan, satu bersatu bergantian anggota macapat dan sutresno budhaya melantunkan.tembang macapat, dimulai dati Bapak Muji banawi melantunkan Macapat Werdine Surat Al-fatihah, dilanjut Bp. Mulyadi, Pak Qori, Pak teguh, Pak Bambang, Pak Endro, Pak Murono, Pak Irin, Pak Yanto, Sholihin, dst, Kisaran Ajm 23.00 WIB lelangen macapatan ditutup dengan lagu pangkur paripurna oleh Pak Murono  Mendungan. Kemudian dilanjut dengan sesi foto bersama dengan beground Banner Macapat. Alhamdulillah acara berlangsung lancar - khidmat - regeng/  gayeng- gumyak. Semoga menambah semangat dalam persaudaraan, semangat dalam latihan/ gladhen, semangat nguri-uri lan ngurip -urip budhaya Jawa. InsyaAllah berkah untuk semuanya. Aamiin... Aamiin... Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin.








__________________
Ngayogyakarta, 26 Mei 2022/ 25 Syawwal 1443 H
ingsun_Sholihin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar