*BREGADA MALANGYUDA*
(Desa Malangan RW XIII - Kelurahan Giwangan - Kemantren Umbulharjo - Praja Ngayogyakarta)
Nama Bregada Malangyuda berasal dari kata Malang dan Yudha. Kata Malang bermakna pepalang, atau penghalang yang melintang. sedangkan Yudha berarti perang, pertempuran, prajurit ataupun pejuang.
Sumber yang lain mengatakan, Malangyuda berasal dari salah satu nama leluhur pendahulu di kampung Malangan tersebut. Dikisahkan ada 4 tokoh sesepuh atau leluhur di kampung Malangan ini beliau adalah :
- Malang Yuda (Pejuang/ Pertempuran)
- Malang Wijaya (Kejayaan/ Makmur)
- Malang Krama (Keluhuran)
- Malang Gati (Pokok atau inti kebaikan)
(Sumber lain menyebutkan tokoh yang ke-lima adalah : Malang Cokro/ Malang Satru >>> tokoh yang dikenal sedikit berbeda dari yg lain atau tokoh kontroversial)
Dikarenakan kampung ini memiliki banyak tokoh sepuh yang namanya diawali dari kata "Malang" maka wilayah kampung tersebut diberi nama kampung "Malangan".
Sumber lainnya mengatakan, dulu pasukan Mataram hendak menuju hutan atau alas arah selatan karaton (yg sekarang menjadi pajimatan Imogiri), sampai di wilayah Giwangan ada huru-hara atau pepalang (halangan) aral yg melintang (malang), akhirnya para prajurit dan pasukan berhenti dan menginap yang dikenal dengan istilah 'mesanggrah' di satu wilayah dekat Pepalang (malang) tadi, kampung untuk mesanggrah / istirahat tersebut kemudian di kenal dengan nama kampung Pesanggrahan atau Sanggrahan.
Setelah pepalang/ halangan yg malang melintang itu bisa dihadapi, singkirkan, atau diatasi maka wilayah tersebut diberi nama laladan pepalang atau Malangan sebagai pengingat peristiwa kala itu. Kemudian para tokoh utusan karaton ada yang tinggal di wilayah Pepalang/ Malangan tersebut, menetap dan berketurunan, diantara keturunan atau anak cucu cicit utusan karaton Mataram tersebut munculah nama 4 -5 sesepuh tadi (Malang Yuda, Malang Wijaya, Malang Krama, Malang Gati, dan Malang Cokro/ Malang Satru). Maka Prajurit, Pasukan, atau Sentana dari wilayah ini kemudian dikenal dengan nama Bregada Malangyuda.
Secara filosofis Malangyuda bermakna prajurit yang pemberani dengan tujuan selalu menjaga keselamatan warga masyarakat dan wilayah sekitar. Siap siaga dan berani berjuang dalam menghilangkan penghalang maupun aral rintangan yang dihadapi. Bregada Malangyuda adalah pasukan yang selalu bersemangat dengan jiwa muda.
Dalam upacara adat wilayah Giwangan Bregada Malangyuda bertugas menjemput, mengawal sekaligus mengamankan tamu/ duta/ diplomat yang datang berkunjung di wilayah kelurahan Giwangan Kemantren Umbulharjo.
Senjata yang digunakan oleh seluruh bregada prajurit Malangyudha adalah tombak (waos). Tombak pusakanya bernama Kanjeng Kiai Kalimasada Manggala Suci. Sedangkan Khumendhan (komandan) bregada bersenjatakan keris dan pedang panjang yang dijuluki Kyai Leburcandala (memiliki arti senjata pelebur kejahatan dan angkaramurka).
Pada saat berjalan Bregada Malangyuda diiringi dengan Gendhing Kaprajuritan.
Merujuk pada Semboyan (sesanti) Abdi Dalem karaton Kasultanan Yogyakarta. diharapkan setiap prajurit bregada Malangyuda memiliki ‘watak kesatria’. Watak yang didasari sasanti :
*Nyawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh.*
Sebagai pandangan hidup, Nyawiji diartikan konsentrasi yang harus diarahkan ke cita-cita. Greget adalah semangat hidup yang harus diarahkan ke tujuan melalui saluran-saluran yang wajar. Sengguh artinya percaya penuh pada kemampuan pribadi untuk mencapai tujuan. Ora mingkuh perlu dipegang erat-erat, tidak akan mundur setapak pun meski dalam perjalanan menuju tujuan harus menghadapi berbagai halangan.
Semboyan ini adalah landasan pembentukan watak kesatria yang pengabdiannya ditujukan pada nusa, bangsa, dan negara. Watak luhur berdasar idealisme dan komitmen atas kebenaran dan keadilan yang tinggi, integritas moral, serta nurani yang bersih.
Ingsun Sholihin, Giwangan. 20 Juni 2024 M/ 13 Dzulhijjah 1445H.
________________________
Sumber :
1. Simbah Kardi Wiyarjo (Usia 97 tahun di tahun 2024 ini), salah satu tokoh adat kasepuhan Kampung RW XIII Malangan
2. Bp. H. Muhammad Durri Mz. Salah satu keturunan/ cucu Simbah Malang Wijaya / Malang Yuda dan Salah satu tokoh agama Islam di RW XIII Malangan
3. Daftar Pustaka: Yuwono Sri S, dkk. 2009. Prajurit Kraton Yogyakarta. Yogyakarta: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)