Selasa, 26 November 2024

AJAKAN PILKADA 2024

 


GAMBUH Pepenget PILKADA 2024





Para warga (kota) Jogja-ku

Ayo njaga suwasana rukun

PILKADA ing rong ewu patlikur niki [thn 2024]

Nopember (ta)nggal pitulikur [27 Nopember]

Aja lali padha nyoblosss...!!!


Aja nganti dha golput...!!!

Milih kanthi umum bebas langsung 

Linambaran tekad jujur sarta adil

Mugya Jogja berkah makmur

Pemimpine dadi conto.


_______________________

Selamat menggunakan hak pilih. Jangan lupa berdo'a untuk kebaikan/ kemaslahatan kita semua :


 اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ إِمَارةِ الصِّبْيَانِ وَالسُّفَهَاءِ

"Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan pemimpin yang bodoh." (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad)


 اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا - بِذُنُوْبِنَا - مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُناَ

"Ya Allah janganlah Engkau kuasakan (jadikan pemimpin) atas kami (karena dosa-dosa kami) penguasa yang tidak takut kepada-Mu dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kami." .” [Shahih adabul mufrad]


 اللّهُمَّ وَلِّ عَلَيْنَا خِيَارَنا وَلَا تُوَلِّ عَلَيْنا شِرَارَنا.

“Ya Allah, jadikanlah orang terbaik kami sebagai pemimpin kami. Jangan Engkau berikan kekuasaan itu pada orang yang jahat dari kami.”


اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ،   اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ. اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

“Ya Allah, perbaikilah keadaan pemimpin kami. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan hal terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin.Ya Allah, perbaikilah keadaan setiap pemimpin urusan kaum muslimin di mana pun mereka berada. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam”.*[Aamiin]*🙏🏻

Kamis, 20 Juni 2024

MENGENAL BREGADA (PRAJURIT JAWA)

 




*BREGADA MALANGYUDA*

(Desa Malangan RW XIII - Kelurahan Giwangan - Kemantren Umbulharjo - Praja Ngayogyakarta)



Nama Bregada Malangyuda berasal dari kata Malang dan Yudha. Kata Malang  bermakna pepalang, atau penghalang yang melintang. sedangkan Yudha berarti perang, pertempuran, prajurit ataupun pejuang. 

Sumber yang lain mengatakan, Malangyuda berasal dari salah satu nama leluhur pendahulu di kampung Malangan tersebut. Dikisahkan ada 4 tokoh sesepuh atau leluhur di kampung Malangan ini beliau adalah :

  1. Malang Yuda (Pejuang/ Pertempuran)
  2. Malang Wijaya (Kejayaan/ Makmur)
  3. Malang Krama (Keluhuran)
  4. Malang Gati (Pokok atau inti kebaikan)

(Sumber lain menyebutkan tokoh yang ke-lima adalah : Malang Cokro/ Malang Satru >>> tokoh yang dikenal sedikit berbeda dari yg lain atau tokoh  kontroversial)

Dikarenakan kampung ini memiliki banyak tokoh sepuh yang namanya diawali dari kata "Malang" maka wilayah kampung tersebut diberi nama kampung "Malangan".  



Sumber lainnya mengatakan, dulu pasukan Mataram hendak menuju hutan atau alas  arah selatan karaton (yg sekarang menjadi pajimatan Imogiri), sampai di wilayah Giwangan ada huru-hara atau pepalang (halangan) aral yg melintang (malang), akhirnya para prajurit dan pasukan berhenti dan menginap yang dikenal dengan istilah 'mesanggrah' di satu wilayah dekat Pepalang (malang) tadi, kampung untuk mesanggrah / istirahat tersebut kemudian di kenal dengan nama kampung Pesanggrahan atau Sanggrahan.

Setelah pepalang/ halangan yg malang melintang itu bisa dihadapi, singkirkan, atau diatasi maka wilayah tersebut diberi nama laladan pepalang atau Malangan sebagai pengingat peristiwa kala itu. Kemudian para tokoh utusan karaton ada yang tinggal di wilayah Pepalang/ Malangan tersebut, menetap dan berketurunan, diantara keturunan atau anak cucu cicit utusan karaton Mataram tersebut munculah nama 4 -5 sesepuh tadi (Malang Yuda, Malang Wijaya, Malang Krama, Malang Gati, dan Malang Cokro/ Malang Satru). Maka Prajurit, Pasukan, atau Sentana dari wilayah ini kemudian dikenal dengan nama Bregada Malangyuda.



Secara filosofis Malangyuda bermakna prajurit yang pemberani dengan tujuan selalu menjaga keselamatan warga masyarakat dan wilayah sekitar. Siap siaga dan berani berjuang dalam menghilangkan penghalang maupun aral rintangan yang dihadapi. Bregada Malangyuda adalah pasukan yang selalu bersemangat dengan jiwa muda.


Dalam upacara adat wilayah Giwangan Bregada Malangyuda bertugas menjemput, mengawal sekaligus mengamankan tamu/ duta/ diplomat  yang datang berkunjung di wilayah kelurahan Giwangan Kemantren Umbulharjo.

 

Senjata yang digunakan oleh seluruh bregada prajurit Malangyudha adalah tombak (waos).  Tombak pusakanya bernama Kanjeng Kiai Kalimasada Manggala Suci. Sedangkan  Khumendhan (komandan) bregada bersenjatakan keris  dan pedang panjang  yang dijuluki Kyai Leburcandala (memiliki arti senjata pelebur kejahatan dan angkaramurka).

Pada saat berjalan Bregada Malangyuda diiringi dengan Gendhing Kaprajuritan.


Merujuk pada  Semboyan (sesanti) Abdi Dalem karaton Kasultanan Yogyakarta. diharapkan  setiap prajurit  bregada Malangyuda memiliki ‘watak kesatria’. Watak yang didasari sasanti :  

*Nyawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh.*

Sebagai pandangan hidup, Nyawiji diartikan konsentrasi yang harus diarahkan ke cita-cita. Greget adalah semangat hidup yang harus diarahkan ke tujuan melalui saluran-saluran yang wajar. Sengguh artinya percaya penuh pada kemampuan pribadi untuk mencapai tujuan. Ora mingkuh perlu dipegang erat-erat, tidak akan mundur setapak pun meski dalam perjalanan menuju tujuan harus menghadapi berbagai halangan. 

Semboyan ini adalah  landasan pembentukan watak kesatria yang pengabdiannya ditujukan pada nusa, bangsa, dan negara. Watak luhur berdasar idealisme dan komitmen atas kebenaran dan keadilan yang tinggi, integritas moral, serta nurani yang bersih.


Ingsun Sholihin, Giwangan. 20 Juni 2024 M/ 13 Dzulhijjah 1445H.

________________________

Sumber :

1. Simbah Kardi Wiyarjo (Usia 97 tahun di tahun 2024 ini), salah satu tokoh adat kasepuhan Kampung RW XIII Malangan

2. Bp. H. Muhammad Durri Mz. Salah satu keturunan/ cucu Simbah Malang Wijaya / Malang Yuda dan Salah satu tokoh agama Islam di RW XIII Malangan 

3. Daftar Pustaka: Yuwono Sri S, dkk. 2009. Prajurit Kraton Yogyakarta. Yogyakarta: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta


Jumat, 19 Januari 2024

 


TARHIB RAMADHAN -1 (BULAN ROJAB)

Rajab biasa juga disebut 'Al-Ashabb' (الأصب) yang berarti 'yang mengucur atau menetes.Dijuluki demikian karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini. Rajab juga disebut 'Al-Ashamm' (الأصم) atau 'yang tuli', tidak boleh ada bunyi senjata perang. Rajab adalah 'Rajam' (رجم) yang berhak melempari setan sebagai bukti kita untuk mereka.

PERISTIWA BULAN ROJAB

1. Hijrah pertama kali. Ke  Habasyah (Ethiopia) tahun : ke-5 Kenabian

2. Rosul memenangkan  perang Tabuk (muslim vs Romawi). Pasukan muslim berjumlah 30 rb, berjalan  dr Madinah menuju Syam. tahun : 630 Masehi / 9 H

3. Raja Najasyi (Ansor Habasyah) meninggal dunia. Pd tahun 9 H

Nabi dan para sahabat lakukan sholat ghoib di Madinah.

4. Pembebasan Al-Quds Baitul Maqdis terjadi pada 2 oktober 1186, yaitu bertepatan dengan 27 Rajab tahun 583 H/ Salahuddin Al-Ayubi memukul mundur tentara Salib.

5. Peristiwa Agung Isra Mi'raj Nabi. 27 Rajab Tepatnya pada tahun ke-10 kenabian. Bisa dibaca dalam buku “Ar-Rahiiq Al-Makhtuum”

6. Syariat Sholat 5 waktu

7. Dinasti/ Kekholifahan Islam Berakhir. Kerajaan Ottoman di tumbangkan oleh Mustafa kemal Attaturk. Tepatnya pada 28 Rajab tahun 1342 Masehi. Dirubah dr monarki menjadi Republik Turkey. Hukum Syariat diubah menjadi hukum barat. Bahasa Arab di marginalkan, adzan dg bahasa daerah/ Turkey. Hijab diawasi dibatasi. dll.

AMALAN DAN DOA ROJAB

Berikut nukilan doa tersebut dalam kitab Al-Adzkar Karya Imam An-Nawawi :

وروينا في حلية الأولياء : عن زياد النميري عن أنس رضي الله عنه قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل رجب قال : “اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا في رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنا رَمَضَانَ”، ورويناه أيضاً في كتاب ابن السني بزيادة.

 

Artinya, “Kami riwayatkan dalam kitab Hilyatul Auliya, bersumber dari Ziyad An-Numairi dari Anas bin Malik RA. Ia berkata, ‘Rasulullah Saw ketika memasuki bulan Rajab berkata :

اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا في رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنا رَمَضَان

Allohumma Baarik lanaa Fii Rojaba wa Sya'baana wa Ballighnaa Romadhoona

Yaa Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban. Dan Sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.’ Riwayat serupa juga kami riwayatkan dari kitab Ibnus Sinni dengan sedikit tambahan redaksi.”

Ziyadah dalam Doa ...

و انزل الرحمة والبركة في ديننا ودنيانا واخرنا... (آمين

Wa Anzilir Rohmata wal Barokata, Fii Diininaa wa Dunyaanaa wa Ukhronaa...

Dan turunkanlah rohmah dan Barokah dalam  Urusan Agama kami, dalam urusan kehidupan dunia kami, dan dalam urusan kehidupan  keabadian akhirat kami (Aamiin)

Rabu, 02 Rojab  1441 H

#Al-Muyamman 2020


Senin, 08 Januari 2024

TASHOWUF

 


*JIHAD MELAWAN NAFSU DIRI*





Mangrurah Satru Murka, Mangrurah Satru Sekti : memberantas musuh angkara murka, membasmi musuh yang sangat sakti. 

Ternyata musuh yg sakti dan angkara murkaitu tiada lain adalah diri sendiri alias hawa nafsu.

***[Cuplikan dialog Harjuna dg Semar dalam lakon Baratayuda, chapter : Guru Durna Gugur]


Maka Rosulullah pun memberikan wasiat : 

أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

“Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad atau berjuang melawan dirinya dan hawa nafsunya” (Hadits shahih diriwayatkan oleh ibnu Najjar dari Abu Dzarr)


Perlu kita ingat perintah Allah SWT dalam kalam-Nya :

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

_“Dan orang orang yang berjihad di jalan Kami, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan Kami” (Al-Ankabut: 69)._


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Dalam ayat ini Allah mengaitkan hidayah dengan jihad. Orang yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling sempurna jihadnya. Jihad yang paling wajib adalah :

(1) menjihadi diri sendiri,

(2) menjihadi hawa nafsu,

(3) menjihadi setan, 

(4) dan menjihadi dunia."


Siapa yang menjihadi empat perkara ini karena Allah, maka Allah akan memberinya hidayah kepada jalan jalan keridhaan-Nya yang akan menyampaikannya ke surga. Siapa yang meninggalkan jihad maka ia akan kehilangan hidayah sejumlah jihad yang ia tinggalkan.


Tidak mungkin ia menjihadi musuhnya yang lahiriyah kecuali dengan menjihadi musuhnya yang batin. Barang siapa yang menang melawan musuhnya yang batin, ia akan menang melawan musuhnya yang lahiriyah. Dan siapa yang kalah oleh musuhnya yang batin, ia akan dikalahkan oleh musuhnya yang lahiriyah.

Senin, 23 Oktober 2023

 

# NGAJI SERAT WULANGREH

GURU DALAM PERSPEKTIF SERAT WULANGREH




 “Lamun sira hanggêguru kaki, hamiliha sujanma kang nyata, ingkang bêcik martabate, sarta kang wruh ing hukum, kang ngibadah lan kang wirangi, sokur olèh wong tapa, ingkang wus hamungkur, tan mikir pawèwèhing liyan, iku pantês sira guronana kaki, sartane kawruhana”.

(pupuh Dandhanggula  dalam serat Wulangreh).

Guru atau Pendidik merupakan kunci utama berhasilnya proses pendidikan, sehingga seorang guru dalam proses mendidik seyogyanya bisa melibatkan emosi dan intuisi agar nanti bisa melahirkan siswa yang  cerdas secara keilmuan, pintar berbicara/ mengemukakan ide, sekaligus pandai merasakan (peka), dan mampu melaksanakan apa yang menjadi tugas kewajibannya sebagai generasi penerus yang siap berjuang.

Sebagai seorang pendidik, guru adalah subjek atau pelaku utama dalam dunia pendidikan, sosok yang  bisa mengorbitkan pengetahuan, karakter, dan mental kepada siswa atau peserta didiknya. Seorang pendidik juga harus bisa menjadi objek yang senantiasa disirami ilmu pengetahuan dari berbagai sumber untuk kemudian dirakit menjadi bahan informasi bagi peserta didiknya.

Untuk mewujudkan sosok guru pendidik yang  hakiki, maka dibutuhkan usaha dan kesadaran dari dirinya, langkah pasti yang bisa dilakukan seorang pendidik yakni sebagaimana yang telah dijelaskan, ia harus mau disirami ilmu pengentahuan, dengan kata laian guru harus memiliki semangat untuk senantiasa belajar dari berbagai sumber yang bisa dijadikan sebagai rujukan atau acuan. Guru bisa belajar dari salah satu karya sastra Jawa kuno yang dikenal dengan nama serat Wulangreh, hasil karya Kanjeng Susuhunan Pakubuwana IV, Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (1768 – 1820 M).  Serat Wulangreh ini terkenal hingga saat ini, isinya masih relevan dan dapat dijadikan acuan perilaku hidup manusia Jawa khususnya, dan bisa untuk acuan siapapun dari  kalangan umum.  Serat ini terdiri dari bait-bait tembang macapat yang sarat akan nilai-nilai ajaran luhur, adapun ajaran  yang dituliskan dalam serat ini meliputi ajaran moral, ilmu pengetahuan dan agama

Salah satu bait macapat dalam serat ini yang dapat dijadikan  bahan belajar maupun renungan  seorang pendidik adalah pupuh Dandanggula yang bunyinya sebagai berikut :

“Lamun sira hanggêguru kaki, hamiliha sujanma kang nyata, ingkang bêcik martabate, sarta kang wruh ing hukum, kang ngibadah lan kang wirangi, sokur olèh wong tapa, ingkang wus hamungkur, tan mikir pawèwèhing liyan, iku pantês sira guronana kaki, sartane kawruhana”.  

Terjemah bait tersebut : Apabila engkau ingin berguru, pilihlah manusia yang nyata, yang bermartabat baik, dan yang mengerti hukum, yang beribadah dan sederhana, syukur terlebih mendapatkan guru seorang  pertapa,  yang telah lebih (ilmunya), dan tak lagi memikirkan pemberian orang,  sosok seperti itu pantas engkau jadikan guru dan pantas diminta petunjuknya.


Menurut pemahaman kami, bait tembang tersebut memiliki dua mata pisau atau dua target yang dituju sebagai sasaran. Sekilas, nampak bait tersebut merupakan  (1) nasihat  untuk anak atau seorang siswa yang akan belajar mencari ilmu, kepada siapa yang pantas untuk dijadikan guru. Seorang siswa hendaknya jangan tergesa-gesa dan gegabah dalam mengambil/ mengangkat seorang menjadi guru. Seorang siswa hendaknya mengambil atau menjadikan seseorang sebagai gurunya bukan karena fisiknya yang gagah, tampan, cantik maupun anggun yang selalu tampil rapi dan keren. Bukan pula karena orang tersebut mahir/ menguasai satu disiplin ilmu tertentu yang membuat murid terpukau kagum. Bukan pula karena orang tersebut kaya raya sering memberi bahkan menuruti apa yang menjadi kebutuhan atau keinginan sang murid. Hal ini menjadi suatu pengingat bahwa tidak semua orang bisa dijadikan sosok panutan atau guru yang akan memberikan contoh dan membimbingnya ke jalan keutamaan. Mengapa demikian...??? Kerena cukup banyak kejadian atau kasus yang bersangkut paut dengan oknum guru di berbagai negeri, termasuk negeri kita. Ada oknum guru yang ternyata malah berbuat yang tidak terpuji, berbuat asusila kepada anak didiknya, berselingkuh, ada oknum guru yang malah merendahkan pekerjaan wali murid, ada yang mengorupsi dana pendidikan sekolah, ada yang sering berkata kotor/ tidak pantas dihadapan murid, wali murid, atau sesama guru, bahkan ada oknum guru yang memukul atau menganiaya anak didiknya tanpa alasan yang jelas, dan masih banyak lagi kasus yang dilakukan oleh seseorang yang berprofesi sebagai guru. Maka sosok yang pantas dijadikan sebagai guru tentu harus memilili kriteria khusus agar tujuan siswa berguru bisa tercapai sesuai harapan.

Bagi para guru, bait diatas dapat dijadikan contoh pedoman untuk menjadi seorang guru yang baik, dan dapat menjadi contoh untuk  anak didiknya. Dengan kata lain, hakikat isi bait  tembang tersebut ditujukan untuk target kedua  (2) yakni seorang guru. Seorang guru yang baik, ideal, dan professional serta pantas dijadikan sebagai panutan setidaknya perlu  memiliki 7 (tujuh) karakter, yaitu:

  1. Beraklaq mulia. Baik mulia perilaku perbuatannya, ramah beradap, memiliki tata krama, sopan santun kepada siapapun yang ia temui
  2. Paham dan sadar hukum. Mengetahui serta paham terhadap hukum yang berlaku yang harus ditaati dan dijunjung tinggi, mau juga mampu mengaplikasikan dalam kehidupan, baik hukum agama, negara maupun adat;
  3. Rajin beribadah. Ibadah wajib maupun sunnah ia laksanakan, dan senang menolong sesama;
  4. Memiliki rasa malu dan selalu menjaga kebersihan hati sanubari, senang berpuasa, mengurangi kebutuhan duniawi (zuhud);
  5. Dapat mengendalikan hawa nafsu. Yakni mengelola serta mengendalikan/ menahan hawa nafsu yang tidak baik, mengesampingkan perbuatan tidak baik yang akan mendzolimi dirinya maupun orang lain
  6. IKhlas bertugas. Senantiasa menata niat dan hatinya untuk berupaya ikhlas, tidak mengharapkan pemberian orang lain dalam bentuk apapun,
  7. Memberi sekaligus menjadi teladan. Selain tulus ikhlas dalam mendidik para siswa, guru haruslah sepi ing pamrih rame ing gawe, maksudnya banyak memberikan contoh keteladanan,  banyak take action dan tindakan nyata daripada bertutur teori  saja.

Demikianlah karakter sosok guru  atau pendidik dalam perspektif serat Wulangreh, bila seorang guru mau berkaca sekaligus belajar memahami apa yang tertuang dalam serat ini, niscahya ia akan menjadi "guru sejati" yang akan  selalu menginspirasi kebaikan karena keteladanan yang ia berikan kepada murid, ia juga akan membina serta membimbing siswa/ murid menuju jalan keutamaan dan menjauhi jalan kesesatan, ia juga akan banyak mencetak generasi penerus yang unggul dalam berbagai bidang, yang akan menjadi ujung tombak perjuangan mewujudkan kemajuan, kesejahteraan, serta kejayaan bangsa dan negara.



__________________

Oleh : Iin Solikhin, 
Anggota Paguyuban Seni Macapat MULYA LARAS Malangan Giwangan UH Yk
Pengajar di Pondok Pesantren Al-Muyamman Yogyakarta - Giwangan Yk
Pengajar Ismuba/ PAI dan Bahasa Jawa PPM MBS Pleret Bantul Yogyakarta
Pengajar di Pondok Pesantren Darul Mushlihin Pusat - Jurugentong Banguntapan Bantul

Sabtu, 28 Januari 2023

PEPELING WULAN (ROJAB) REJEB LAN RUWAH (SYA'BAN)

 PEPELING WULAN (ROJAB) REJEB LAN RUWAH (SYA'BAN)






TADZKIR/ PEPELING WULAN (ROJAB) REJEB

Dimen Samya Imut PUNAPA PIRSA  Fadhilah Wulan Rejeb (Rojab) Tumraping Kaum Muslim, Antawisipun : Wulan Rejeb Kasebat Wulanipun Gusti Alloh, Gusti Mulyakaken Wulan Menika Kanthi Nimbali Nabi ing prastawa isro’ mi’roj lan Paring Dhawuh perintah sholat wajib 5 wekdal, Gusti Kathah Paring Rohmat Ing Wulan Rejeb. Pramila Kaum Muslim Dipun Perintah Ngathahaken Ibadah, Dzikir, Ndedonga,  Maos Istgihfar, Maos Tasbih, Sedekah Punapa Dene Tetulung Mring  Sesami (Kumpulan Fadhilah Hadits Wulan Rojab).

 

MUMPUNG WULAN REJEB, AYO NGIBADAH KANG SREGEB

MUMPUNG WULAN REJEB, AYO NGIBADAH KANG  JEJEG

NGELINANA WULAN REJEB, WULAN MULYA INGKANG JANGKEP

 

MUMPUNG WULAN REJEB, ISTIGHFAR E INGKANG AJEG

MUMPUNG WULAN REJEB, MACA TASBIH INGKANG KEREP

NGELINGANA GUSTI ALLOH, PARING (NYEBAR)  ROHMAT WULAN REJEB

 

MUMPUNG WULAN REJEB, DZIKIR  DONGA KANTHI MANTEB

MUMPUNG WULAN REJEB, DZIKIR DONGA AJA MANDHEG

NGELINANA WULAN REJEB, BERKAH MULYANE TAN KANDHEG

 

MUMPUNG WULAN REJEB, SEDEKAHO TANPA MINEP (SIGEG)

MUMPUNG WULAN REJEB, TETULUNGO KANTHI GREGET

NGELINGANA GUSTI ALLOH, NYEMBADANI S’DAYA  KRENTEG (KAREP)

 

 

TADZKIR/ PEPILING WULAN (SYA’BAN) RUWAH

Dadya Pepenget Kaum Muslim Bilih Wulan Sya’ban/ Ruwah Punika Ugi Wulan Sae, NANGING  Kathah ingkang Sami Supe. Wulan Menika Kathah Kedadosan Prastawa Antawisipun : Tumuruning Ayat Printah/ Dhawuh Maos Sholawat,  Tumurun Ayat Printah Siyam Ramadhan, Prastawa Perang Bani Mustholiq (Hikmah Saking Kabar Palsu –  Kita Kedah Ta’yin/ Tabayun) Lsp. Nabi Kathah Siyam Ing Wulan Menika, Garwanipun Nabi Siti Aisyah ugi Nyaur Utang Pasa Ing Wulan Menika AMARGI Wulan Ruwah Menika Wulan Diangkatipun Catetan Ngamal Kita Sakdangunipun Setahun. Kathah Amalan Sae Ing Wulan Ruwah Antawisipun: Ziyarah Kubur, Pasa Sunnah, Sholawat, Sedekah, Lan Ibadah Sanesipun (Intisari Fadhilah amal - Hadits Nabi)

 

MUMPUNG WULAN RUWAH, KENCENGNA NGGONMU NGIBADAH (MANEMBAH)

MUMPUNG WULAN RUWAH, KENCENGNA  NGGONMU SEDEKAH

NGELINGANA NGAMAL KITA, DEN ANGKAT (DEN PRIKSA) ING WULAN RUWAH

NGELINGANA NGAMAL KITA, DEN ANGKAT (DEN PRIKSA) ING WULAN RUWAH

 

MUMPUNG WULAN RUWAH, AYO PADHA PASA SUNNAH

MUMPUNG WULAN RUWAH, AYO PADHA PASA SUNNAH

NGELINGANA WULAN RUWAH LUMEBER ROHMAH LAN BERKAH

NGELINGANA KANJENG NABI, KATHAH SIYAM WULAN RUWAH

 

MUMPUNG WULAN RUWAH, NYAUR PASA INGKANG GADHAH

MUMPUNG WULAN RUWAH, NYAUR PASA AJA WEGAH

NGELINGANA UTANG PASA, WAJIB NYAUR KANTHI (KLAWAN) LILLAAH

NGELINGANA SITI AISYAH (GARWA NJENG NABI) UGA NYAUR ING WULAN RUWAH

 

MUMPUNG WULAN RUWAH, AYO PADHA SAMI ZIYARAH

MUMPUNG WULAN RUWAH, AYO PADHA SAMI ZIYARAH

NGELINGANA KITA SAMI, BESUK KAPAN BAKALE PEJAH

KIRIM DONGA PARA ARWAH : LELUHUR - GURU - LAN SIMBAH (TYANG SEPAH)

 

MUMPUNG WULAN RUWAH, SHOLAWATAN INGKANG KATHAH

MUMPUNG WULAN RUWAH, SHOLAWATAN INGKANG KATHAH

NGELINGANA AYAT (DHAWUH) S’LAWAT, TUMURUN ING WULAN RUWAH

MUGI MUGI GESANG KITA, LUMAMPAH BERKAH – SANGADAH

 

 _____________________________

 Oleh : Ingsun Sholihin


 


Kamis, 26 Mei 2022

SYAWWALAN & LELANGEN MACAPATAN MULYA LARAS

 SYAWWALAN & LELANGEN MACAPATAN 

PAGUYUBAN SENI SEKAR MACAPAT MULYA LARAS MALANGAN





Yogyakarta - Alhamdulillah dengan pertolongan Allah SWT Psguyubsn Macapat Mulya Laras RW XIII Malangan dapat kembali mengadakan agenda kegiatan Syawwalan dan Lelangen  Macapatan pada Rabu Legi (malam Kemis Pahing), 25 Mei 2022 M bertepatan dengan 24 Syawwal 1443H. Acara ini digelar di halaman TK/RA  Bunayya Malangan. Acara ini digelar dengan prasaja atau sederhana dan masih dalam edisi terbatas jumlah orang/ tamu undangannya. Acara ini dihadiri kurang lebih sekitar 38 orang, terdiri dari unsur :

  1. Anggota paguyuban Macapat mulya Laras
  2. Pengurus RW XIII Malangan
  3. Pengurus RT se wilayah Malangan
  4. Tokoh/ kasepuhan kampung Malangan
  5. Remaja/ pemuda karang taruna RW XIII Malangan
  6. Perwakilan paguyuban macapat dari lura (Mendungan)
  7. Sebagian jamaah/ warga dari luar Malangan





Acara mulai sekitar jam 20.00 WIB, diawali dengan pembukaan oleh MC/ Pranatacara (Iin Solikhin), kemudian dilanjut dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Bapak Tukirin, menukil surat Ali Imron ayat 102 - 104 tetang wasiyat taqwa, ukhuwah persaudaraan, dan perinth dakwah/ amar makruf nahi mungkar. Setelah itu, dilanjut dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Bapak M. Shofwan, S.Sos selaku ketua paguyuban macapat mulya Larasa Malangan, beliau menyampaikan rasa terimakasih  yang mendalam atas kehadiran para anggota dan tamu undangan, juga memberikan kesan-pesan tentang gladhen/ latihan macapat dalam usaha melestarikan budaya jawa. Keistiqomahan dalam belajar dan aktivitas apapun akan berbuah hasil yang baik. Ada yang belum bisa macapat, namun karena rutin dan istiqomah latihan maka ia menjadi piawai dan bisa dalam melagukan tembang macapat. 






Sambutan yang kedua disampaikan oleh Ketua RW XIII Malangan, Bapak M. Hakam, S.HI. Beliau juga memberikan sambutan ucapan terima kasih, selamat datang di kediaman beliau (TK Bunayya) berada di komplek tanah beliua), dan menghaturkan permohonan maaf jikalau dalam menyambut kedatangan para tamu terdapat kekurangan. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas adanya paguyuban kesenian macapat di wilayah Malangan, Kehadiran tamu undanganmembuktikan bahwa warga cukup memberikan apresiasi dan perhatian terhadap paguyuban Mulya Larasa (khususnya) dan kepada budaya jawa yang adiluhung (umumnya).





Selepas sambutan, acara dilanjutkan dengan acara inti yakni ikrar syawwalan. Ikrar diperagakan oleh dua orang, perwakilan kadang kanoman (muda) oleh Bapak Qori Supranta dan perwakilan kadang kasepuhan (tua) oleh Bapak Endro Utomo. Ikrar berlangsung khidmat - sakral. Semua berharap bisa saling memaafkan, semua amal ibada diterima, dan semua kembali suci ke fithrah seperti bayi yang baru lahir, insyaAllah.Setelah ikrar selesai, acara dilanjutkan dengan istirahat dan ramah-tamah. Para pemuda  tidak kalah sigap dalam melayani tamu, dengan semangat dan kompak laden menyajikan dan menyuguhkan suguhan minuman secang, snack ala kadarnya, dan dhahar kembul makan lonthong opor bersama. Suasana yang sungguh harmonis dan penuh keberkahan, InsyaAllah. Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada bagian konsumsi keluarga Bapak Tukirin yang telah rela menyisihkan waktu untuk memasak dan merasic konsumsi untuk agenda paguyuban Macapat pada kesempatan kali ini. Juga kepada para seponsor yang telah berkenan memberikan donasi  dalam bentuk apapun, semoga turut bersama-sama yang lain mendapatkan kebaikan dan kaberkahan. Aamiin.






Selesai sesi istirahat, kisaran jam 21.10 - 21.30 WIB, dilanjutkan dengan bareng-bareng sumua hadirin ber-panembrama. Semua hadirin membaca tanpa terkecuali, semua merasa senang semangat dalam membaca dan melagukan panembrama, tak terasa suasana begitu cair - santai - asyik menyelimuti acara malam syawalan Mulya Laras ini. Sembari menunggu datangnya pemateri, anggota macapat tampil sebagian untuk mengisi acara. Tampil dengan menyenandungkan tembang macapat yang disukai, yang dikuasai masing-masing. Tepat sekitar Jam 20.35 WIB pemateri yang di tunggu - tunggu sudah hadir, beliau Al-Ustadz Miftahul Khoiri, S.Sos atau lebih dikenal dengan Ki Miko Cakcoy Panthoknegoro. Berasal dari bumi Lamongan Jawa Timur, dan tinggal di Cabean, Panggungharjo, Sewon, Bantul.



Dalam ceramahnya, Ki Miko Cakcoy Pathoknegoro menjelaskan beberapa hal, diantaranya tentang asal - usul nama Miko Cakcoy Pathoknegoro. Kemudian menyampaikan tentang Agama - dan kebudayaan/ seni. Islam sangat mengakomidir budhaya dan seni sebatas tidak melanggar syariat/ aturan Islam. Banyak penelitian di beberapa negara, dakwah agama Islam paling efektif disampaikan dengan pendekatan seni dan kebudayaan setempat. Sebagai seorang muslim tidak perlu anti pati dengan kesenian, gamelan, wayang bahasa Jawa, dll. Bahkan perlu dipelajari agar bisa digunakan sebagai sarana dan wasilah dalam mempromosikan agama Islam - mengingat para ulama dan wali zaman dulu sukses dalam mengislamkan tanah Jawa bumi nusantara ini. Yang tidak kalah penting Ki Miko Cakcoy juga memberikan pesan kepada jamaah, agar memperhatikan pendidikan generasi penerus, yakni anak-anak dan pemuda muslim kita. Berikan pemahaman Islam yang moderat - bertoleran dengan sesama bahkan berbeda agama. Lebih dalam lagi berpesan agar anak-anak dan generasi penerus dibekali ilmu yang mendalam tentang agama, termasuk ibadahnya dalam hal ini adalah sholat.




Islam ditopang denga 5 pilar yakni rukun Islam.Dicontohkan beliau dengan menggenggam sebuah makanan (lemper) dengan menggunakan lima jari. Jari kelingking ibadah haji, tidak setiap muslim bisa haji (kelingking dilepas/ dijauhkan dari lemper - lemper tidak jatuh), karena ibadah haji hanya wajib bagi yang memenuhi syarat mampu. Kemudian jari manis simbol zakat, dilepas dijauhkan dari lemper - lemper tidak jatuh. artinya tidak setiap muslim berkewajiban  zakat, karena ada yang memang mampu sebagai muzaki, atau dia sebatas mustahiq. Kemudian jari tengah sebagai simbol puasa ramadhan, jari tengah dijauhkan dari leper - lemper belum/ tidak jatuh. Puasa ramadhan memang wajib hukumnya, namuntetap ada rukhsoh keringanan bagi yang tidak mampu (orang tua, orang sakit, ibu hamil, menyusui, pekerja berat, dll) boleh tidak puasa dengan syarat meng-qodho/ mengganti ataupun dengan fidyah. Kemudian, ketika jari tekunjuk simbol ibadah sholat dijauhka  dari lemper --- maka yang terjadi adalah : lemper jatuh !. apa artinya...??? Sholat adalah tiyang agama, barang siapa menjaganya, maka ia penjaga agama dari kehancuran, namun bilamana meninggalkan sholat, maka ia sekalipun mengaku islam/ muslim, maka ia telah merobohkan dan menghancurkan agama islam itu sendiri. Wal 'iyadzu Billaah. Kewajiban sholat  itu mutlak atas seorang muslim, entah dia anak kecil, remaja, dewasa, tua, sehat atau sakit,laki-laki atau perempuan semua wajib menjalankan dan mendirikan sholat.  Bagi muslim yang mampu berdiri, sholat dikerjakan dengan berdiri, yang tidak mampu/ sakit maka boleh dengan duduk, yang tidak mampu duduk boleh dengan berbaring, yang tidak mampu boleh dengan isyarat/ kedipan mata. Allahu akbar...!!!  Sholat itu wajib dijalankan sampai ajal ini menjemput. Bila suash tidak mampu maka ia akan disholatkan oleh saudara muslim yang lain. Begitulah urgensi/ pentingya kedudukan sholat dalam agama kita. Apalagi bila jari jempol/ ibu jari hilang atau lepas (ibu jari sebagai simbol syahadatain kita), maka apa yang akan terjadi tentu sudah kita tahu, yakni kehancuran , kerugian , malapetaka yang sangat besar untuk kita pribadi. Karena syahatain adalah kunci penyelamat hidup dunia-akhirat kita. Maka sebagai Muslim yang berbudaya atau kita sebagai pemerhati budhaya JANGAN SAMPAI KITA MENINGGALKAN SHOLAT atau RUKUN ISLAM kita, agar kita menjadi pribadi muslim yang tetap berbudaya juga selamat urusan dunia akhiratnya, menjadi pribadi yang bahagia  serta beruntung di dunia dan di akhirat. Aaamiin,

Selesai sesi ceramah/ hikmah syawalan, dilanjutkan dengan berdoa bersama. Doa dipimpin oleh Bp. KH. Muhammad Durri Marzuqi, sesepuh dan tokoh agama / masyarakat di kampung Malangan. Sesi doa berjalan sakral - khusyuk - dan khidmat. Diawali dengan surat Al-fatihah dan ditutup dengan sholawat (Maulaya Sholli, Hasbunallah, Allahul Kaafii) dan closing dengan tembaang Jawa yang mengajak untuk mencari kunci raharjo/ selamat  agama - dunia - akhirat yaitu :  taqwa kepada Alloh SWT  dengan sebenar-benar taqwa. Selesai sesi doa, maka berakhirlah acara Syawwalan. Acara ditutup dengan Hamdallah bersama-sama. Dan disempurnakan dengan salam. Acara Syawwalan selesai kisaran jam 22.10 WIB.







>>> DILANJUTKAN dengan Lelangen Macapatan, satu bersatu bergantian anggota macapat dan sutresno budhaya melantunkan.tembang macapat, dimulai dati Bapak Muji banawi melantunkan Macapat Werdine Surat Al-fatihah, dilanjut Bp. Mulyadi, Pak Qori, Pak teguh, Pak Bambang, Pak Endro, Pak Murono, Pak Irin, Pak Yanto, Sholihin, dst, Kisaran Ajm 23.00 WIB lelangen macapatan ditutup dengan lagu pangkur paripurna oleh Pak Murono  Mendungan. Kemudian dilanjut dengan sesi foto bersama dengan beground Banner Macapat. Alhamdulillah acara berlangsung lancar - khidmat - regeng/  gayeng- gumyak. Semoga menambah semangat dalam persaudaraan, semangat dalam latihan/ gladhen, semangat nguri-uri lan ngurip -urip budhaya Jawa. InsyaAllah berkah untuk semuanya. Aamiin... Aamiin... Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin.








__________________
Ngayogyakarta, 26 Mei 2022/ 25 Syawwal 1443 H
ingsun_Sholihin