Selasa, 26 November 2024

AJAKAN PILKADA 2024

 


GAMBUH Pepenget PILKADA 2024





Para warga (kota) Jogja-ku

Ayo njaga suwasana rukun

PILKADA ing rong ewu patlikur niki [thn 2024]

Nopember (ta)nggal pitulikur [27 Nopember]

Aja lali padha nyoblosss...!!!


Aja nganti dha golput...!!!

Milih kanthi umum bebas langsung 

Linambaran tekad jujur sarta adil

Mugya Jogja berkah makmur

Pemimpine dadi conto.


_______________________

Selamat menggunakan hak pilih. Jangan lupa berdo'a untuk kebaikan/ kemaslahatan kita semua :


 اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ إِمَارةِ الصِّبْيَانِ وَالسُّفَهَاءِ

"Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan pemimpin yang bodoh." (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad)


 اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا - بِذُنُوْبِنَا - مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُناَ

"Ya Allah janganlah Engkau kuasakan (jadikan pemimpin) atas kami (karena dosa-dosa kami) penguasa yang tidak takut kepada-Mu dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kami." .” [Shahih adabul mufrad]


 اللّهُمَّ وَلِّ عَلَيْنَا خِيَارَنا وَلَا تُوَلِّ عَلَيْنا شِرَارَنا.

“Ya Allah, jadikanlah orang terbaik kami sebagai pemimpin kami. Jangan Engkau berikan kekuasaan itu pada orang yang jahat dari kami.”


اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ،   اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ. اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

“Ya Allah, perbaikilah keadaan pemimpin kami. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan hal terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin.Ya Allah, perbaikilah keadaan setiap pemimpin urusan kaum muslimin di mana pun mereka berada. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam”.*[Aamiin]*🙏🏻

Kamis, 20 Juni 2024

MENGENAL BREGADA (PRAJURIT JAWA)

 




*BREGADA MALANGYUDA*

(Desa Malangan RW XIII - Kelurahan Giwangan - Kemantren Umbulharjo - Praja Ngayogyakarta)



Nama Bregada Malangyuda berasal dari kata Malang dan Yudha. Kata Malang  bermakna pepalang, atau penghalang yang melintang. sedangkan Yudha berarti perang, pertempuran, prajurit ataupun pejuang. 

Sumber yang lain mengatakan, Malangyuda berasal dari salah satu nama leluhur pendahulu di kampung Malangan tersebut. Dikisahkan ada 4 tokoh sesepuh atau leluhur di kampung Malangan ini beliau adalah :

  1. Malang Yuda (Pejuang/ Pertempuran)
  2. Malang Wijaya (Kejayaan/ Makmur)
  3. Malang Krama (Keluhuran)
  4. Malang Gati (Pokok atau inti kebaikan)

(Sumber lain menyebutkan tokoh yang ke-lima adalah : Malang Cokro/ Malang Satru >>> tokoh yang dikenal sedikit berbeda dari yg lain atau tokoh  kontroversial)

Dikarenakan kampung ini memiliki banyak tokoh sepuh yang namanya diawali dari kata "Malang" maka wilayah kampung tersebut diberi nama kampung "Malangan".  



Sumber lainnya mengatakan, dulu pasukan Mataram hendak menuju hutan atau alas  arah selatan karaton (yg sekarang menjadi pajimatan Imogiri), sampai di wilayah Giwangan ada huru-hara atau pepalang (halangan) aral yg melintang (malang), akhirnya para prajurit dan pasukan berhenti dan menginap yang dikenal dengan istilah 'mesanggrah' di satu wilayah dekat Pepalang (malang) tadi, kampung untuk mesanggrah / istirahat tersebut kemudian di kenal dengan nama kampung Pesanggrahan atau Sanggrahan.

Setelah pepalang/ halangan yg malang melintang itu bisa dihadapi, singkirkan, atau diatasi maka wilayah tersebut diberi nama laladan pepalang atau Malangan sebagai pengingat peristiwa kala itu. Kemudian para tokoh utusan karaton ada yang tinggal di wilayah Pepalang/ Malangan tersebut, menetap dan berketurunan, diantara keturunan atau anak cucu cicit utusan karaton Mataram tersebut munculah nama 4 -5 sesepuh tadi (Malang Yuda, Malang Wijaya, Malang Krama, Malang Gati, dan Malang Cokro/ Malang Satru). Maka Prajurit, Pasukan, atau Sentana dari wilayah ini kemudian dikenal dengan nama Bregada Malangyuda.



Secara filosofis Malangyuda bermakna prajurit yang pemberani dengan tujuan selalu menjaga keselamatan warga masyarakat dan wilayah sekitar. Siap siaga dan berani berjuang dalam menghilangkan penghalang maupun aral rintangan yang dihadapi. Bregada Malangyuda adalah pasukan yang selalu bersemangat dengan jiwa muda.


Dalam upacara adat wilayah Giwangan Bregada Malangyuda bertugas menjemput, mengawal sekaligus mengamankan tamu/ duta/ diplomat  yang datang berkunjung di wilayah kelurahan Giwangan Kemantren Umbulharjo.

 

Senjata yang digunakan oleh seluruh bregada prajurit Malangyudha adalah tombak (waos).  Tombak pusakanya bernama Kanjeng Kiai Kalimasada Manggala Suci. Sedangkan  Khumendhan (komandan) bregada bersenjatakan keris  dan pedang panjang  yang dijuluki Kyai Leburcandala (memiliki arti senjata pelebur kejahatan dan angkaramurka).

Pada saat berjalan Bregada Malangyuda diiringi dengan Gendhing Kaprajuritan.


Merujuk pada  Semboyan (sesanti) Abdi Dalem karaton Kasultanan Yogyakarta. diharapkan  setiap prajurit  bregada Malangyuda memiliki ‘watak kesatria’. Watak yang didasari sasanti :  

*Nyawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh.*

Sebagai pandangan hidup, Nyawiji diartikan konsentrasi yang harus diarahkan ke cita-cita. Greget adalah semangat hidup yang harus diarahkan ke tujuan melalui saluran-saluran yang wajar. Sengguh artinya percaya penuh pada kemampuan pribadi untuk mencapai tujuan. Ora mingkuh perlu dipegang erat-erat, tidak akan mundur setapak pun meski dalam perjalanan menuju tujuan harus menghadapi berbagai halangan. 

Semboyan ini adalah  landasan pembentukan watak kesatria yang pengabdiannya ditujukan pada nusa, bangsa, dan negara. Watak luhur berdasar idealisme dan komitmen atas kebenaran dan keadilan yang tinggi, integritas moral, serta nurani yang bersih.


Ingsun Sholihin, Giwangan. 20 Juni 2024 M/ 13 Dzulhijjah 1445H.

________________________

Sumber :

1. Simbah Kardi Wiyarjo (Usia 97 tahun di tahun 2024 ini), salah satu tokoh adat kasepuhan Kampung RW XIII Malangan

2. Bp. H. Muhammad Durri Mz. Salah satu keturunan/ cucu Simbah Malang Wijaya / Malang Yuda dan Salah satu tokoh agama Islam di RW XIII Malangan 

3. Daftar Pustaka: Yuwono Sri S, dkk. 2009. Prajurit Kraton Yogyakarta. Yogyakarta: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta


Jumat, 19 Januari 2024

 


TARHIB RAMADHAN -1 (BULAN ROJAB)

Rajab biasa juga disebut 'Al-Ashabb' (الأصب) yang berarti 'yang mengucur atau menetes.Dijuluki demikian karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini. Rajab juga disebut 'Al-Ashamm' (الأصم) atau 'yang tuli', tidak boleh ada bunyi senjata perang. Rajab adalah 'Rajam' (رجم) yang berhak melempari setan sebagai bukti kita untuk mereka.

PERISTIWA BULAN ROJAB

1. Hijrah pertama kali. Ke  Habasyah (Ethiopia) tahun : ke-5 Kenabian

2. Rosul memenangkan  perang Tabuk (muslim vs Romawi). Pasukan muslim berjumlah 30 rb, berjalan  dr Madinah menuju Syam. tahun : 630 Masehi / 9 H

3. Raja Najasyi (Ansor Habasyah) meninggal dunia. Pd tahun 9 H

Nabi dan para sahabat lakukan sholat ghoib di Madinah.

4. Pembebasan Al-Quds Baitul Maqdis terjadi pada 2 oktober 1186, yaitu bertepatan dengan 27 Rajab tahun 583 H/ Salahuddin Al-Ayubi memukul mundur tentara Salib.

5. Peristiwa Agung Isra Mi'raj Nabi. 27 Rajab Tepatnya pada tahun ke-10 kenabian. Bisa dibaca dalam buku “Ar-Rahiiq Al-Makhtuum”

6. Syariat Sholat 5 waktu

7. Dinasti/ Kekholifahan Islam Berakhir. Kerajaan Ottoman di tumbangkan oleh Mustafa kemal Attaturk. Tepatnya pada 28 Rajab tahun 1342 Masehi. Dirubah dr monarki menjadi Republik Turkey. Hukum Syariat diubah menjadi hukum barat. Bahasa Arab di marginalkan, adzan dg bahasa daerah/ Turkey. Hijab diawasi dibatasi. dll.

AMALAN DAN DOA ROJAB

Berikut nukilan doa tersebut dalam kitab Al-Adzkar Karya Imam An-Nawawi :

وروينا في حلية الأولياء : عن زياد النميري عن أنس رضي الله عنه قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل رجب قال : “اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا في رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنا رَمَضَانَ”، ورويناه أيضاً في كتاب ابن السني بزيادة.

 

Artinya, “Kami riwayatkan dalam kitab Hilyatul Auliya, bersumber dari Ziyad An-Numairi dari Anas bin Malik RA. Ia berkata, ‘Rasulullah Saw ketika memasuki bulan Rajab berkata :

اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا في رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنا رَمَضَان

Allohumma Baarik lanaa Fii Rojaba wa Sya'baana wa Ballighnaa Romadhoona

Yaa Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban. Dan Sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.’ Riwayat serupa juga kami riwayatkan dari kitab Ibnus Sinni dengan sedikit tambahan redaksi.”

Ziyadah dalam Doa ...

و انزل الرحمة والبركة في ديننا ودنيانا واخرنا... (آمين

Wa Anzilir Rohmata wal Barokata, Fii Diininaa wa Dunyaanaa wa Ukhronaa...

Dan turunkanlah rohmah dan Barokah dalam  Urusan Agama kami, dalam urusan kehidupan dunia kami, dan dalam urusan kehidupan  keabadian akhirat kami (Aamiin)

Rabu, 02 Rojab  1441 H

#Al-Muyamman 2020


Senin, 08 Januari 2024

TASHOWUF

 


*JIHAD MELAWAN NAFSU DIRI*





Mangrurah Satru Murka, Mangrurah Satru Sekti : memberantas musuh angkara murka, membasmi musuh yang sangat sakti. 

Ternyata musuh yg sakti dan angkara murkaitu tiada lain adalah diri sendiri alias hawa nafsu.

***[Cuplikan dialog Harjuna dg Semar dalam lakon Baratayuda, chapter : Guru Durna Gugur]


Maka Rosulullah pun memberikan wasiat : 

أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

“Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad atau berjuang melawan dirinya dan hawa nafsunya” (Hadits shahih diriwayatkan oleh ibnu Najjar dari Abu Dzarr)


Perlu kita ingat perintah Allah SWT dalam kalam-Nya :

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

_“Dan orang orang yang berjihad di jalan Kami, Kami akan memberikan kepada mereka hidayah kepada jalan jalan Kami” (Al-Ankabut: 69)._


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Dalam ayat ini Allah mengaitkan hidayah dengan jihad. Orang yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling sempurna jihadnya. Jihad yang paling wajib adalah :

(1) menjihadi diri sendiri,

(2) menjihadi hawa nafsu,

(3) menjihadi setan, 

(4) dan menjihadi dunia."


Siapa yang menjihadi empat perkara ini karena Allah, maka Allah akan memberinya hidayah kepada jalan jalan keridhaan-Nya yang akan menyampaikannya ke surga. Siapa yang meninggalkan jihad maka ia akan kehilangan hidayah sejumlah jihad yang ia tinggalkan.


Tidak mungkin ia menjihadi musuhnya yang lahiriyah kecuali dengan menjihadi musuhnya yang batin. Barang siapa yang menang melawan musuhnya yang batin, ia akan menang melawan musuhnya yang lahiriyah. Dan siapa yang kalah oleh musuhnya yang batin, ia akan dikalahkan oleh musuhnya yang lahiriyah.